Home Lomba Blog KTF 2014 Short Trip To Papuma

Short Trip To Papuma

oleh

Berkemah memang hal yang sangat menyenangkan. Apalagi jika lokasi kemah adalah di pantai. Ya, kami sempat berkemah di pantai Tanjung Papuma. Pantai yang berlokasi di desa Sumberejo, kecamatan Ambulu, kabupaten Jember ini memang menyuguhkan keindahan alamnya yang luar biasa. Selain bisa berkemah di tepi pantai, tersedia juga villa yang siap disewa jika berkemah bukan menjadi pilihan untuk bermalam di Tanjung Papuma.

 

Dari Surabaya kami berangkat pukul 11.45 dengam menaiki mobil sewaan bersama teman-teman. Niat awal kami dan teman-teman adalah mendapatkan sunset di Tanjung Papuma. Tapi, karena perhitungan waktu yang salah, kami pun tidak mendapatkan sunset yang kami idam-idamkan. Kami sampai di Tanjung Papuma sekitar pukul 6.30 malam. Keadaan sangat gelap sekali saat memasuki area gerbang Tanjung Papuma. Keadaan jalan pun juga bisa dibilang sedikit ekstrim karena naik turun. Tapi setelah benar-benar masuk ke lokasi wisata jalan kembali normal. Kami pun mencari spot yang pas untuk berkemah dan segera mendirikan 3 buah tenda yang telah kami sewa dari Surabaya. Kami pun membagi tugas, sebagian mendirikan tenda yang butuh effort lebih karena sulitnya pasak bisa memancap pada pasir pantai dan sebagian lainnya mempersiapkan makan malam untuk kami semua.

 

Setelah tenda dapat berdiri, sebagian berbaur untuk membantu menpersiapkan makan malam, dan sebagian lagi berusaha mencari kayu atau apapun untuk membuat sebuah api unggun. Setelah berkeliling di sekitar area tempat tenda kami berdiri, kami tidak dapat menemukan kayu bakar yang memang cocok untuk digunakan sebagai api unggun. Alhasil, keinginan membuat sebuah api unggun pun kandas.

 

Makan malam kami saat itu sangat sederhana. Cukup dengan nasi, tempe dan tahu goreng, serta beberapa frozen food yang kami bawa, ditambah dengan sambal yang dibuat oleh teman kami, jadilah makan malam itu sebagai makan malam paling nikmat. Kenikmatan bertambah karena tempat makan malam kami yang lain dari hari biasanya dan diiringi dengan suara debur ombak dari laut. Ah indahnya dunia.

 

Malam semakin larut, bukannya tidur yang kami lakukan, tapi kami malah bersantai di pinggir pantai. Sangat dekat dengan laut. Sembari berbaring di atas pasir pantai (ada juga yang menggelar tikar), dan melihat rembulan yang bersinar sangat terang dan bertepatan dengan supermoon, kami pun menikmati keindahan alam ini. Jujur saja, belum pernah kami melihat bulan bersinar begitu terang dan berukuran lebih besar sebelumnya. Seperti mengerti suasana hati kami karena mata yang telah dimanjakan oleh alam, bapak penjaga pantai pun dengan sangat baik hati, memutar musik reggae untuk memanjakan telinga kami. What a perfect moment ! Tak sabar juga kami menanti pagi hari datang karena penasaran dengan batu karang yang berdiri kokoh di tengah laut itu. Icon Tanjung Papuma yang terkenal itu.

 

Subuh tiba, kami bersiap-siap untuk menangkap sunrise, sebagai ganti dari sunset yang gagal kami dapatkan. Menunggu, menunggu dan menunggu, betapa sangat tidak beruntungnya kami di perjalanan kali ini. Tidak sunset, tidak juga sunrise. Langit pagi hari itu tidak dapat dikatakan cerah. Ujung timur letak dimana matahari seharusnya terbit tertutup oleh awan. Entah mendung atau bukan, kami sudah putus harapan untuk mencari tahu lebih lanjut.

 

Tapi tenang saja, kekecewaan kami terbayar saat matahari telah tinggi dan menyinari Tanjung Papuma dengan sangat sempurna. Kami dapat melihat hamparan laut, serta icon yang khas dari Tanjung Papuma yang disebut batu kajang atau batu narada. Beberapa dari kami sebenarnya hendak menuju batu itu, tapi sayang sekali, kami dilarang oleh penjaga pantai untuk tidak jauh-jauh bermain di laut karena saat itu air laut sedang pasang dan ombak cukup besar.

 

Keseruan tetap berlanjut, kami tetap bermain-main air dan tetap berada pada zona aman. Oh ya, sedikit saran, bagi yang berkacamata sebaiknya tidak menggunakannya saat bermain-main air di laut. Kacamata salah satu teman kami terbawa ombak saat itu. Dan beruntungnya lagi, saat kami tetap melanjutkan bermain-main air, kacamata itu tiba-tiba datang kembali dengan cara nyangkut di salah satau tangan teman kami. How luck we are !

 

Setelah puas bermain-main air dan berfoto ria, kami lanjutkan dengan sarapan. Menu sarapan pagi itu adalah mie instan. Setelah makan, kami lanjutkan dengan membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pulang. Kami pun merobohkan tenda yang telah kami dirikan dengan susah payah, membersihkan area sekitar tenda kami berdiri dan memasukkan semanya ke dalam mobil.

 

Saat perjalanan pulang, tak disangka ban mobil kami bocor. Untung saja kami memiliki ban cadangan dan tepat di seberang jalan terdapat tambal ban. Kami pun dibantu untuk mengganti ban oleh bapak tambal ban. Sembari menunggu ban kami diganti, sebagian dari kami menggelar tikar di pinggir jalan dan duduk bersama-sama. Lucu juga jika diingat-ingat. Mungkin saja orang-orang yang berlalu lalang akan bertanya-tanya dengan apa yang kami lakukan. Heheee.

 

Perjalanan singkat kami sangat berkesan. Banyak sekali hambatan tapi banyak juga penyelesaiannya. Kami ingin kembali berlibur di Tanjung Papuma dan tidak ingin melewatkan momen sunrise dan sunset lagi.

 

Penulis

Weka Agnes Dana Hiswara

Twitter: @wekaagnes

Artikel yang mungkin kamu suka