Mancanegara

Mengunjungi Jalan Harmoni di Malaka

Mengunjungi Jalan Harmoni di Malaka, Malaysia, kamu akan menemukan semacam oasis kedamaian. Sebenarnya, ruas jalan ini dikenal dengan beberapa nama, contohnya Jalan Tukang Emas, Jalan Tukang Besi, dan Jalan Tokong. Namun nama yang paling terkenal adalah Jalan Harmoni. Ya, ruas jalan ini memang menjadi saksi bisu keberagaman keyakinan penduduk Malaka. Mereka hidup saling bersisian secara »

JALAN HARMONI DI MALAKA

Mengunjungi Jalan Harmoni di Malaka, Malaysia, kamu akan menemukan semacam oasis kedamaian. Sebenarnya, ruas jalan ini dikenal dengan beberapa nama, contohnya Jalan Tukang Emas, Jalan Tukang Besi, dan Jalan Tokong.

Namun nama yang paling terkenal adalah Jalan Harmoni. Ya, ruas jalan ini memang menjadi saksi bisu keberagaman keyakinan penduduk Malaka. Mereka hidup saling bersisian secara harmonis. Kamu akan melihat beberapa tempat ibadah yang berdiri secara berdekatan di jalan ini.

Kamu bisa mengunjungi Masjid Kampung Kling, salah satu masjid tradisional di Malaka. Masjid ini masih mempertahankan keaslian desain bangunannya. Saat dibangun pada 1748, material yang digunakan adalah kayu. Batu bata baru dipakai saat renovasi pada 1872. Desain arsitekturnya memadukan langgam khas Sumatera, Melayu, dan China.

Selanjutnya, kamu bisa mampir di Kuil Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi. Kuil ini didedikasikan untuk Vinayagar atau Ganesha. Eksterior dan interior kuil ini dirancang secara detail. Pengaruh kolonial Belanda juga tampak pada bagian pintu masuk, dinding, pilar, maupun bentuk kubah dan atap kuil.

Kuil ini menjadi pusat kegiatan dan festival keagamaan bagi pemeluk Hindu. Contohnya, Festival Datuk Chachar yang diselenggarakan setahun sekali dan menjadi perayaan besar bagi komunitas Hindu di Malaka.

Kamu juga bisa singgah di Kuil Cheng Hoon Teng yang menjadi kuil tertua di Malaysia dan pusat kehidupan spiritual komunitas Tiongkok di Malaka. Uniknya, kuil ini menjadi tempat ibadah bagi tiga aliran agama, yaitu Taoisme, Buddha, dan Confusianisme.

Pada 2003, kuil Cheng Hoon Teng mendapat penghargaan dari UNESCO atas restorasi arsitekturalnya yang sangat baik. Sebelum pandemi, kuil ini selalu ramai pengunjung.

Nanti bila pandemi sudah benar-benar teratasi, kita bisa merencanakan berlibur ke Malaka. Ingat, tetap patuhi protokol kesehatan meski keadaan sudah dinyatakan aman. [*]

 

Tertarik Mengikuti Perkembangan Mancanegara Terkini?

Dengan mengklik “Ikuti Sekarang”, Anda telah menyetujui untuk memberikan alamat email pribadi dan mendapatkan email dari Kompaspedia setiap minggunya.

close