Home Lomba Blog KTF 2014 Hunting Sunset Di Kepulauan Seribu

Hunting Sunset Di Kepulauan Seribu

oleh

Travelling adalah salah satu hobiku selain makan. Setiap ada kesempatan untuk travelling, aku pasti akan melakukannya. Seperti 4 tahun yang lalu saat aku melakukan perjalanan ke Kepulauan Seribu. Acara itu sangat berkesan bagiku karena aku berhasil mengabadikan sunset di kepulauan tersebut yang ternyata indah banget. Untuk lengkapnya, ini catatan perjalananku dari mulai berangkat hingga pulang.

 

Pagi, jam 6.00 WIB 

 

Aku berangkat dari rumahku di daerah Slipi jam 6 pagi untuk mengejar perahu yang berangkat jam 7an. Perlu waktu setengah jam-an untuk mencapai Muara Angke kalau jalanan lancar.

 

Muara Angke adalah salah satu dermaga yang bisa mengantar kita ke kepulauan seribu. Selain terkenal sebagai tempat pelelangan ikan, di Muara Angke juga terdapat Suaka Margasatwa, suatu kawasan hutan bakau seluas 25,02 hektar yang dihuni tak kurang dari 90 spesies burung. Muara Angke merupakan bagian dari hutan bakau terakhir yang tersisa di provinsi DKI Jakarta.

 

Dari Muara Angke, kita bisa mencapai Pulau Pramuka dengan naik kapal penumpang dengan ongkos Rp. 30.000 (saat itu), dengan lama perjalanan kurang lebih 3 jam.

 

Jam 7an

 

Kapal berangkat sebenarnya harusnya jam tujuh pas, tapi akhirnya berangkat jam tujuh lewat sembilan belas. Kapal yang aku tumpangi adalah kapal kayu yang terdiri dari 2 tingkat. Jumlah penumpang lumayan banyak, beberapa diantaranya turis dari Jepang.

 

Jam 9.40 WIB

 

Finally, sampai juga di pulau Pramuka. Pulau Pramuka masuk ke dalam wilayah Pulau Panggang yang berjarak kurang lebih 1 km dari Pulau Pramuka. Pulau Pramuka masuk ke zona pemanfaatan tradisional TNLKS (Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu) dimana penduduknya boleh menangkap ikan dengan alat tradisional seperti jaring dan pancing.

 

Luas dari Pulau Pramuka kurang lebih 10 hektar. Di pulau ini terdapat sebuah masjid yang lumayan besar yang bernama masjid  Al-Ma’Muriyah, tempat dimana penduduk pulau Pramuka yang mayoritas beragama muslim  beribadah.

 

Salah satu yang menarik dari Pulau Pramuka adalah kita bisa menemukan penangkaran penyu sisik (eretmochelys imbricate). Penangkaran penyu ini dirintis sejak tahun 1984. Penangkaran pada mulanya dilakukan di Pulau Semak Daun. Ada dua bangunan induk di penangkaran ini. Bangunan pertama adalah tempat pembesaran penyu, sedang bangunan kedua adalah rumah pengelola penangkaran. Telur-telur penyu biasanya diambil dari Pulau Peteloran Timur dan Barat yang letaknya berada di gugusan terluar Kepulauan Seribu. Telur-telur itu diambil untuk ditetaskan di media pasir yang dipagari sehingga terhindar dari predator. Tempatnya dibuat sebagaimana habitat aslinya. Telur-telur yang menetas kemudian dibesarkan di bak-bak penangkaran. Penyu-penyu itu nantinya akan dilepaskan lagi ke laut lepas, biar nggak punah.

 

Siang menjelang sore  

 

Selesai istirahat, aku dan temen2 akhirnya setting alat snorkeling, yaitu berupa jaket pelampung dan sepatu katak (ini wajib dilakukan karena biar sepatu kataknya pas).

 

Wisata air di Pulau Pramuka dan pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu cukup mendapat peminat yang banyak, mungkin hal itu karena laut di sekitar Pulau Pramuka dan pulau sekitarnya masih bersih dan bebas polusi. Snorkeling jadi primadona di sini. Untuk menyewa alat snorkeling uang yang harus dikeluarkan Rp. 60. 000an untuk snorkeling selama 6 jam. Lokasi biasanya kita yang menentukan, bisa di perairan Pulau Pramuka, atau perairan lainnya di sekitar Pulau Pramuka. Wisata air lainnya adalah scuba  diving, sewa alat untuk scuba per set sebesar Rp.350.000 untuk dua kali diving. Buat yang hobi mancing, bisa menyewa perahu nelayan sebesar Rp. 350.000 sampai Rp. 450.000 untuk sewa perahu sekali trip. Sementara untuk nyewa perahu untuk beberapa kali trip (setengah harian), uang yang harus dikeluarkan kurang lebih satu jutaan.

 

Pulau Air

 

Setelah mendapatkan alat snorkeling aku dan teman-teman akhirnya naik ke perahu yang udah kita sewa. Tujuan pertama adalah Pulau Air. Pulau ini terletak tidak begitu jauh dari Pulau Pramuka. Waktu yang kita perlukan untuk mencapai Pulau Air kurang lebih 10 menit.  Pulau Air merupakan tiga gugusan pulau kecil. Dua pulau di sebelah Utara adalah pulau yang menghimpit Pulau Air. Himpitan kedua pulau membentuk ceruk/teluk kecil tempat kapal merapat. Kedua pulau yang menghimpit ini ditumbuhi cemara dan semak belukar. Pantai air yang berpasir dan landai, konon katanya pantai bikinan. Pantai ini menghadap ke arah matahari terbit. Di pulau ini juga terdapat tempat untuk mendaratkan helikopter mini dan lapangan golf mini.

 

Pulau Semak Daun

 

Selesai foto-foto di Pulau Air dan menikmati keindahan panorama di sana, aku dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke Pulau Semak Daun.  Pulau Semak Daun termasuk di gugusan sebelah Utara Kepulauan Seribu. Untuk menempuh pulau ini diperlukan waktu kurang lebih setengah jam dari Pulau Pramuka. Dermaga di Pulau Semak Daun indah banget. Pulau Semak Daun sering dijadiin tempat untuk latihan snorkeling karena pantainya termasuk dangkal.

 

Perairan Sub Coral

 

Habis berbasah-basah ria di Pulau Semak Daun akhirnya kita melanjutkan perjalanan. Perahu tiba-tiba dihentikan di tengah-tengah lautan. Guide aku, -Pak Muji,- bilang kalau tempat itu tempat yang indah untuk melihat-lihat  terumbu karang.

 

Nggak percaya sama kata-kata Pak Muji, akhirnya aku turun untuk bersnorkeling. OMG, ternyata benar! Pemandangan di bawah laut sono indah sekali,  ikan-ikan yang jumlahnya banyak nampak berseliweran kesana kemari, warnanya variatif banget, ada biru menyala, ada juga hijau menyala dan mereka berenang melewati aneka bentuk terumbu karang yang jumlahnya banyak. What amazing view.

 

Pulau Keramba Bandeng (Nusa Keramba)

 

Puas bersnorkeling, akhirnya kita sampai di pulau Keramba Bandeng (Nusa Keramba). Di pulau ini terdapat penangkaran ikan hiu dan teman-temannya. Ikan-ikan di sini memang sengaja dipelihara untuk dijual. Konon bahkan sampe di ekspor segala. Kualitasnya, pastinya oke. Pulau Keramba terkenal dengan bandengnya yang berduri lunak. Bandeng-bandeng itu biasanya dipasok untuk supermarket-supermarket terkenal di Jakarta. Pulau Keramba terletak di antara Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. Aku menyempatkan diri untuk menikmati es kelapa muda yang segar sebelum hunting sunset. What a beautiful place with beautiful sunset!!!…… Untung cuaca saat itu lagi cerah, sehingga aku bisa mengabadikan suasana senja di sana dengan hasil yang lumayan oke.

 

Jam 7an malam

 

Diiringi hujan rintik-rintih, perahu kita akhirnya sampai di Pulau Pramuka. Huah, ternyata cukup seru naik perahu malam-malam. Sampai wisma, kita langsung mandi dan beristirahat.

 

Jam 5an – 6an pagi

 

Sebenernya aku ingin mengabadikan sunrise, tapi terlambat bangun! Tapi aku masih sempat hunting foto lagi loh.

 

Jam 7an pagi

 

Aku dan teman-teman akhirnya siap-siap kembali ke Jakarta. Dari Pulau Pramuka, tiap harinya ada dua kali perjalanan ke Jakarta dengan menggunakan perahu untuk penumpang umum (bukan sewaan) yaitu jam tujuh pagi dan jam satu siang. Dan kami memilih perahu pagi karena ingin menghirup udara segar.

Penulis

Aty Rafianti

Twitter : @shatik4h

Artikel yang mungkin kamu suka