Filipina tak jauh dari Indonesia. Dari Jakarta, kita bisa terbang langsung ke sana yang hanya butuh waktu sekitar 4 jam. Filipina juga menawarkan destinasi-destinasi wisata eksotis. Jadi, ini adalah tujuan yang pas jika kita tak punya banyak waktu untuk berlibur.

Pada masa lalu, Filipina terdiri atas kerajaan-kerajaan kecil yang kemudian dijajah Spanyol (1521-1898). Pada Perang Dunia II, Filipina juga sempat diduduki Jepang.

Kalau mau jalan-jalan ke sana, kita bisa mengunjungi beberapa situs budaya, bentang alam, hingga hamparan pasir putih yang meningkahi pantai-pantai bersih. Agar saat jalan-jalan di sana kita tidak direpotkan hujan yang kadang dibayangi badai, waktu terbaik untuk melancong ke Filipina adalah Mei hingga Oktober. Namun, bicara tentang peak season, Filipina biasanya dipadati turis pada Maret hingga Agustus.

Kita bisa memulai perjalanan dengan mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah, di antaranya gereja. Di sana, sedikitnya ada empat gereja yang dibangun bangsa Spanyol, yakni Gereja Miag-ao di Iloilo, Gereja Santa Maria di Ilocos Sur, Gereja San Agustin di Manila, dan Gereja Paoay di Ilocos Norte. Keempatnya pada 1993 dimasukkan UNESCO pada daftar Warisan Dunia karena nilai sejarah dan budaya yang cukup tinggi.

Arsitektur bersejarah berikutnya yakni Kota Vigan di Ilocos Sur. Situs ini dinilai sebagai kota kolonial terpelihara terbaik di Asia. Kota yang dibangun pada abad ke-16 masa pendudukan Spanyol ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1999. Menyusuri jalanan di Vigan akan menjumpai batu-batu besar yang terpengaruh masa kolonial dan tetap lestari hingga kini.

Wisata Pantai

Nah, jika kita gemar bermain di pantai atau menengok keindahan bawah laut, Taman Laut Tubbataha yang berlokasi di Laut Sulu dekat Palawan bisa menjadi jujugan. Di sini, terhampar sistem terumbu karang murni seluas lebih dari 97 ribu hektar dan dilindungi. Selain penyu laut, berbagai jenis burung dapat dilihat di pulau-pulau tak berpenghuni di taman laut ini. UNESCO menjadikan taman laut ini sebagai Warisan Dunia pada 1993.

Wisata pantai yang cantik juga ditawarkan oleh Boracay. Setelah tiba di bandaranya, wisatawan dapat langsung menyeberang menuju Boracay selama 15 menit menggunakan kapal motor. Pasir putih bersih dan gelombang yang relatif tenang menjadi suguhan di Boracay. Selain itu, juga tersedia wahana air seperti parasailing dan banana boat yang siap menguji nyali kita. Wahana air ini dibagi dua: sisi utara untuk wahana air yang aman bagi segala usia dan sisi selatan untuk yang ekstrem.

Filipina juga menawarkan Teras Sawag Bananue. Pada 1995, UNESCO memasukkan bentang alam ini sebagai Warisan Dunia karena memiliki nilai budaya yang tinggi. Di sini terdapat 5 situs metode pertanian di permukiman warga asli Ifugao. Terletak di wilayah Cordilleras, konon butuh waktu 2.000 tahun untuk menyelesaikan teras-teras sawah yang dibuat dengan “mengukir” gunung itu.

Untuk fasilitas akomodasi selama di Filipina, Anda tak perlu khawatir sebab negara ini termasuk yang memasang tarif hotel relatif murah. Di Manila, misalnya, tarif menginap di hotel bintang lima termurah hanya sekitar 120 dollar AS atau Rp 1,7 juta per malam pada musim kunjungan turis.

Foto: Shutterstock.

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 19 September 2019.

Tyas Ing Kalbu
penulis yang disayang Tuhan