Dari pantai-pantainya yang elok, hutan hujan tropis dengan pepohonan menjulang, sampai sungai yang diapit ragam panorama, Kalimantan Timur punya banyak hal menarik untuk dijelajah.

Pilih petualangan paling pas dengan selera, atau alami semuanya. Kelak, berkunjung ke ibu kota RI yang baru akan sangat mengesankan, bukan?

1. Jelajah pulau-pulau cantik

Siapa tak kenal Derawan? Namanya sebagai salah satu destinasi wisata Nusantara favorit telah begitu tersohor. Namun, kecantikan Derawan tak berdiri sendiri. Di sekitarnya banyak pulau lain yang mengesankan untuk dikunjungi. Maratua, Kakaban, dan Sangalaki.

Pulau-pulau itu terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Keberangkatan bisa diawali dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau, ke dermaga penyeberangan Tanjung Batu. Di dermaga ini, sudah banyak yang menyewakan kapal untuk mencapai pulau-pulau tersebut. Jika Anda mengejar waktu, kapal cepat bisa jadi pilihan yang baik. Saatnya menjelajah pulau-pulau.

Maratua punya keelokan alam dan taman bawah laut yang luar biasa. Para penyelam menyukai tempat ini karena terumbu karangnya yang indah dan didominasi padang lamun. Selain populer wisata baharinya, di Maratua juga digelar Maratua Jazz dan Dive Fiesta setiap tahun. Pulau Sangalaki juga terkenal akan keragaman biota lautnya, terutama pari manta. Selain itu, hamparan pasir putihnya begitu memanjakan mata.

Bertualang lebih lanjut, kita akan sampai di Kakaban, yang menjadi nama pulau sekaligus danau. Ada danau yang terletak di pulau ini. Danau Kakaban terisi dengan campuran air hujan dan rembesan air laut dari pori-pori tanah, membuatnya punya habitat endemik yang unik. Salah satunya, ubur-ubur yang tidak menyengat.

Nah, berikutnya kita bisa menjejak Pulau Derawan. Pulau ini terkenal akan dunia bawah lautnya yang sehat. Snorkeling atau menyelam akan sangat menyenangkan. Ada pula konservasi penyu. Di pulau ini, pilihan akomodasi pun sudah banyak.

2. Susur Sungai Mahakam

Sejak Oktober 2016, ada kapal wisata yang khusus melayani wisatawan untuk menyusuri Sungai Mahakam yang mengalir di kota Samarinda. Banyak hal menarik yang bisa kita jumpai. Misalnya, gedung bernama Magazine, peninggalan perang dunia kedua milik Belanda. Dulu, ini adalah tempat penyimpanan barang dan batu bara kepunyaan Belanda.

Foto-foto: Shutterstock.

Menyusuri Mahakam, dinamika kehidupan masyarakat Kaltim juga dapat diamati, mulai dari keramaian urban sampai kampung-kampungnya yang masih arif. Di daerah Kecamatan Long Pahangai di daerah hulu sungai, masih ditemukan perempuan Dayak bercuping telinga panjang. Ini adalah bagian tradisi. Orang Dayak melakukannya dengan menggantungkan pemberat dari logam berbentuk lingkaran di telinga.

3. Eksplorasi Hutan Bangkirai

Kalimantan adalah rumah bagi hutan hujan tropis. Bukit Bangkirai di Kalimantan Timur adalah salah satu yang mudah dijangkau. Hutan hujan tropis seluas 1.500 hektar di wilayah ini memiliki pemandangan pohon-pohon besar dengan ketinggian 40–50 meter dan diameter sampai sekitar 2 meter. Usia beberapa pohon bahkan sudah mencapai 150 tahun.

Titik favorit pengunjung adalah jembatan gantung (canopy bridge) yang menghubungkan lima pohon bangkirai. Ketinggiannya 30–40 meter, dengan panjang 64 meter. Sensasi berayun di ketinggian ketika meniti jembatan ini akan memicu adrenalin. Jika ingin menghabiskan waktu lebih panjang di sini, Anda bisa sempatkan untuk bermalam. Tersedia fasilitas penginapan dan jungle cabin. [*/NOV]