Asia Tenggara menawarkan begitu banyak destinasi wisata. Salah satunya negara di utara Indonesia, Filipina.

Terbang ke sana tak membutuhkan waktu terlalu lama, sekitar 4 jam langsung dari Jakarta. Pada masa lalu, Filipina terdiri atas kerajaan-kerajaan kecil yang kemudian dijajah Spanyol (1521–1898). Pada Perang Dunia II, Filipina sempat diduduki Jepang.

Kalau mau jalan-jalan ke sana, kita bisa mengunjungi beberapa situs budaya dan alam yang telah diangkat UNESCO sebagai Warisan Dunia. Berikut ini beberapa di antaranya, disarikan dari sejumlah sumber.

Taman Laut Tubbataha

Taman laut ini terletak di Laut Sulu dekat Palawan. Di sini terdapat sistem terumbu karang murni seluas lebih dari 97 ribu hektar dan dilindungi. Selain penyu laut, berbagai jenis burung dapat dilihat di pulau-pulau tak berpenghuni di taman laut ini. UNESCO menjadikan taman laut ini sebagai Warisan Dunia pada 1993.

Gereja peninggalan Spanyol

Sedikitnya ada empat gereja yang dibangun oleh bangsa Spanyol di Filipina, yakni Gereja Miag-ao di Iloilo, Gereja Santa Maria di Ilocos Sur, Gereja San Agustin di Manila, dan Gereja Paoay di Ilocos Norte. Keempatnya pada 1993 dimasukkan UNESCO pada daftar Warisan Dunia karena nilai sejarah dan budaya yang cukup tinggi.

Teras Sawag Bananue

Teras Sawag Bananue

Pada 1995, UNESCO memasukkan bentang alam ini sebagai Warisan Dunia karena memiliki nilai budaya yang tinggi. Di sini terdapat 5 situs metode pertanian di permukiman warga asli Ifugao. Terletak di wilayah Cordilleras, konon butuh waktu 2.000 tahun untuk menyelesaikan teras-teras sawah yang dibuat dengan “mengukir” gunung itu.

Kota bersejarah Vigan

Kota Vigan di Ilocos Sur (Foto-foto: Shutterstock)

Kota Vigan di Ilocos Sur dinilai sebagai kota kolonial terpelihara terbaik di Asia. Kota yang dibangun pada abad ke-16 masa pendudukan Spanyol ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1999. Menyusuri jalanan di Vigan akan menjumpai batu-batu besar yang terpengaruh masa kolonial dan tetap lestari hingga kini.

Suaka margasatwa Hamiguitan Range

Terhampar di Biodiversitas, Mindanao Timur, suaka margasatwa Gunung Hamiguitan Range masuk daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2014. Kawasan yang sangat alami ini menjadi rumah bagi beragam spesies bunga dan fauna langka dan endemik. [*]