Seiring gaung kewajaran baru (new normal) yang digemakan pemerintah, persiapan juga terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Cared+ Jogja.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi, Kamis (25/6/2020), mengatakan, Cared+ Jogja ibarat KTP digital bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg dalam habitus kewajaran baru. “Sistemnya seperti KTP digital yang memuat data diri calon wisatawan. Fungsinya untuk mencegah adanya antrean, menghindari kerumunan di kawasan wisata, termasuk saat di mal.”

Aria menambahkan, dalam kepariwisataan, khususnya di Yogyakarta, secara umum memiliki kecukupan infrastruktur dan sumber daya manusia yang beragam. Ia mencontohkan sejumlah kawasan di Yogyakarta yang sudah cukup kuat sinyal internetnya, tetapi ada juga yang masih belum bagus.

“Nah, Cared+ Jogja ini kita upayakan mudah digunakan. Saat tidak bisa mengakses internet, wisatawan dapat menyimpan data secara local house sampai ponselnya mendapat sinyal kembali,” katanya.

Aplikasi Cared+ Jogja yang diperkenalkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY ini menyajikan layanan berbasis QR code. Tujuan utamanya agar warga Yogya yang akan berwisata atau wisatawan dari luar Yogya dapat secara mandiri melakukan pengecekan atas risiko penularan virus korona dan melaksanakan pengawasan secara kolektif terhadap potensi paparan Covid-19.

Selain itu, bagi pemerintah desa, Cared+ Jogja dapat membantu dalam memonitor warganya yang mungkin menunjukkan gejala Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan mandiri. Dengan demikian, pemerintah desa dapat segera melakukan pelacakan terhadap warga yang diduga memiliki gejala Covid-19.

Dengan demikian, diharapkan Cared+ Jogja dapat membantu mengoptimalkan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 karena akan meningkatkan kedisiplinan pembatasan sosial dan kemudahan saling dukung dalam kluster/kelompok masyarakat, baik kecil maupun besar.

Adapun fitur-fitur yang tersedia pada Cared+ Jogja, antara lain self screening yang mengacu pada dokumen resmi yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, monitoring secara kolektif, riwayat pengecekan, peta sebaran Covid-19, informasi dan tips, serta panggilan atau telepon darurat. Saat ini, Cared+ Jogja sudah bisa diunduh melalui sistem Android.

Cared+ Jogja, lanjut Aria, juga akan diujicobakan pada 10 destinasi pertama yang tengah dipersiapkan memasuki kewajaran baru. Destinasi tersebut, yakni Pantai Baron, Pantai Kukub, Obyek Wisata Tubing Kalisuci, Nglanggeran, Tebing Breksi, Wisata Alam Pinus Pengger, Wisata Alam Mbecici, Wisata Alam Pinusari, Wisata Alam Seribu Batu, dan Pantai Parangtritis.

“Dengan aplikasi ini, wisatawan akan dimudahkan dalam mengunjungi tempat-tempat menarik di Yogya, mulai dari wisata, perdagangan, hingga akomodasi. Semua di-link-kan melalui Cared+ Jogja ini,” pungkas Aria.