Jalan-jalan di Amsterdam, Belanda, terasa belum lengkap jika tak mencoba berkeliling kota melalui rute kanal (grachtenroute). Turis bisa menyewa atau menumpang perahu atau boat yang pengemudinya merangkap sebagai pemandu wisata.

Kanal, kata August, seorang pemilik perahu, kepada Klasika Kompas, merupakan jalur transportasi utama bagi warga Amsterdam sejak zaman dulu. Kanal-kanal ini masih terawat hingga sekarang dan jauh dari kesan kotor.

Berikut ini sekilas cerita tentang kanal-kanal di Amsterdam yang dirangkum dari perjalanan Klasika Kompas ke Negeri Kincir Angin itu, beberapa waktu lalu.

 Tiga kanal utama

Di Amsterdam terdapat tiga kanal utama, yaitu Prinsengracht, Herengraht, dan Keizergraht. Di tepi kanal ini, kita dapat melihat atau mengunjungi beberapa destinasi wisata menarik, baik dari jenis atraksi maupun sejarahnya. Sebagai contoh, rumah Anne Frank yang terkenal, museum tulip, museum keju, dan gereja tua Westerkerk.

 Rumah Anne Frank

Nilai historis dari rumah ini menjadi magnet bagi banyak orang. Wajar, jika antrean turis untuk masuk ke rumah ini menjadi begitu panjang. Anne Frank adalah seorang gadis Yahudi yang pada usia 15 tahun menjadi korban kekejaman Hitler. Sebelum tertangkap bersama keluarganya, Anne sempat menulis catatan harian selama bersembunyi. Rumah gadis remaja ini berada di tepi kanal Prinsengraht.

 Kebersihan

FOTO-FOTO IKLAN KOMPAS/TYAS ING KALBU

Kanal-kanal di Amsterdam, saling terhubung baik kanal besar maupun kecil. Infrastruktur air ini sangat terpelihara. Tidak ada limbah yang dibuang ke saluran ini. Otoritas Belanda memang mengajarkan pendidikan kebersihan lingkungan kepada warganya sejak usia dini. Warga pun tampak dengan sadar menjaga kebersihan kanal-kanal ini. Hasilnya, selain bersih, kanal-kanal ini juga tampak rapi dan memberi manfaat besar bagi warga Amsterdam.

 Komunikasi dengan HT

Pada musim liburan, kanal-kanal di Amsterdam sangat padat. Turis yang sebagian besar datang dari luar negeri sangat antusias untuk menyewa perahu. Untuk berkomunikasi dengan perahu lain dalam kepadatan lalu lintas kanal ini, para pengemudi perahu mengandalkan handy talky (HT). Namun, ketika harus berpapasan di kanal sempit, para pengemudi perahu di sini sudah saling pengertian untuk bergantian melintas.

 Tersedia makanan ringan

Para penyedia jasa wisata kanal umumnya telah melengkapi paket perjalanan ini dengan aneka makanan ringan dan minuman untuk setiap wisatawan. Jadi, kita bisa menikmati keindahan langgam arsitektur khas Belanda sambil mengudap keju dan menyesap wine. Nikmat sekali.

Rumah apung

Di pinggir kanal juga terdapat banyak perahu yang menjadi tempat tinggal bagi sebagian warga Amsterdam. Mereka menyebutnya sebagai rumah apung. Sebagian warga yang memiliki rumah apung ini, juga menyewakan tempat tinggalnya bagi para turis yang ingin merasakan sensasi tinggal di permukaan kanal.

Tyas Ing Kalbu
penulis yang disayang Tuhan