Tips Wisata

Berlibur Bisa Tingkatkan Produktivitas Kerja dan Bangun Loyalitas pada Perusahaan

Sebentar lagi akhir tahun. Biasanya kita telah mempersiapkan banyak hal untuk keperluan liburan. Namun, dalam masa pandemi seperti saat ini, liburan mesti dilakukan dengan amat hati-hati dan terencana. Selain itu, kita wajib melaksanakan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun atau mengusapkan pembersih tangan. Kalau perlu, kita bisa membawa peralatan »

Foto: Shutterstock

Sebentar lagi akhir tahun. Biasanya kita telah mempersiapkan banyak hal untuk keperluan liburan. Namun, dalam masa pandemi seperti saat ini, liburan mesti dilakukan dengan amat hati-hati dan terencana.

Selain itu, kita wajib melaksanakan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan dengan sabun atau mengusapkan pembersih tangan. Kalau perlu, kita bisa membawa peralatan makan-minum pribadi.

Nah, pada akhir tahun nanti, sebagian besar orang mengambil cuti panjang. Namun, tak sedikit pula yang tetap menghemat jatah cutinya. Mereka yang hanya mengambil hak cutinya biasanya tetap akan bekerja, baik di rumah maupun di kantor.

Tetap bekerja pada musim liburan boleh-boleh saja. Bahkan, jika kantor menambah uang lembur karena kita menggantikan posisi kawan yang sedang cuti, ini juga menyenangkan. Namun, keasyikan bekerja jangan pula membuat kita lupa untuk beristirahat. Gunakan istilah work smart, bukan work hard. Tanpa disadari, aktivitas berlibur dapat memengaruhi produktivitas kerja.

Membangun loyalitas

Sebuah situs web perusahaan AS yang menyediakan jasa pelatihan, pembicara, dan konsultasi karier pernah mengungkapkan, ada perusahaan di Denver, AS, yang membayar karyawan untuk berlibur. Pemimpin perusahaan benar-benar memberikan upah dalam bentuk bonus sekitar 7.500 dollar AS.

Kebutuhan akan manfaat liburan terhadap kinerja karyawan juga pernah diakui CEO perusahaan perangkat lunak Full Contact. CEO tersebut menilai adanya kebutuhan untuk mempertahankan para ahli perangkat lunak di pasar yang sangat kompetitif. Alhasil, agenda brainstorm sembari menikmati liburan jadi pilihannya.

Ada pula perusahaan di Cincinnati, Ohio, AS, yang menggunakan waktu liburan ekstra untuk membangun loyalitas dan meningkatkan produktivitas. Menurut sang pimpinan, menambahkan satu minggu liburan merupakan alat produktivitas terbaik.

Hasil penelitian menunjukkan, liburan benar-benar meningkatkan produktivitas. Manusia bisa lebih produktif setelah beristirahat. Peneliti Mark Rosekind dari Alertness Solutions menemukan bahwa pengaruh besar dari liburan dapat meningkatkan kinerja hingga 80 persen. Sementara itu, Profesor Iowa State Wallace Huffman mengatakan, liburan dapat meningkatkan produktivitas sebesar 60 persen.

Temuan para ahli merupakan bagian dari proses pengisian (recharging process), sesuatu yang disebut Prinsip Pengisian atau Refueling Principle. Otak dan tubuh perlu perawatan tak ubahnya sebuah mesin. Pengisian energi mampu meningkatkan vitalitas fisik dan mental agar tetap fokus.

Dengan berlibur, otak dan tubuh akan mengalami peremajaan. Oleh sebab itu, tetaplah mengagendakan liburan meski bukan akhir tahun nanti. Jangan sampai menunda terlalu lama hingga otak dan tubuh mulai “memberontak”. [*]

Tertarik Mengikuti Perkembangan Tips Wisata Terkini?

Dengan mengklik “Ikuti Sekarang”, Anda telah menyetujui untuk memberikan alamat email pribadi dan mendapatkan email dari Kompaspedia setiap minggunya.

close