Lokal

Berkunjung ke Belitung Timur, Sambangi Beragam Destinasi Wisata Ini

Belitung terkenal akan pantai-pantai nan elok. Namun, selain wisata bahari, ada banyak yang bisa dieksplorasi, termasuk di bagian timur pulau ini. Belitung punya banyak tempat cantik untuk dikunjungi. Selama ini, wisatawan lebih kerap menjelajah bagian baratnya lantaran dekat dengan pusat kota dan bandara di Tanjung Pandan. Namun, jika kamu punya waktu lebih luang, sempatkanlah pula »

dok shutterstock

dok shutterstock

Belitung terkenal akan pantai-pantai nan elok. Namun, selain wisata bahari, ada banyak yang bisa dieksplorasi, termasuk di bagian timur pulau ini.

Belitung punya banyak tempat cantik untuk dikunjungi. Selama ini, wisatawan lebih kerap menjelajah bagian baratnya lantaran dekat dengan pusat kota dan bandara di Tanjung Pandan.

Namun, jika kamu punya waktu lebih luang, sempatkanlah pula untuk bermain di Belitung Timur. Sisi pulau yang menjadi lokasi syuting film terkenal Laskar Pelangi ini pun menawarkan pengalaman yang tak kalah menarik. Berikut ini, beberapa destinasi wisata yang bisa kamu datangi.

Pantai Burong Mandi

Burong dalam bahasa Belitung berarti burung. Barangkali, dahulu kawanan burung kerap bermain air di pantai ini sehingga begitulah tempat ini dinamai. Pantai ini memiliki ombak yang tenang dan air laut yang jernih. Di garis pantainya yang landai, hamparan pasir putih membuat pengunjung nyaman berjalan-jalan.

 Di pantai ini, perahu-perahu nelayan dengan warna cerah berjajar-jajar. Warga sekitar sebagian besar memang bermata pencaharian sebagai nelayan. Pada Agustus, kira-kira menjelang HUT Kemerdekaan RI, diadakan lomba perahu layar di pantai ini.

Perahu-perahu pun dihias dengan dekorasi meriah. Kalau kamu ke Belitung Timur pada bulan ini, jangan lewatkan atraksi menarik ini.

Wihara Buddhayana Dewi Kwan Im

Tak jauh Pantai Burong Mandi, ada kelenteng yang terbesar dan    tertua di Pulau Belitung, yang sudah berdiri selama sekitar 300 tahun. Inilah Wihara Buddhayana Dewi Kwan Im. Dahulu, daerah Burong Mandi merupakan penghasil timah. Di sini, Belanda melakukan penambangan timah secara diam-diam pada sekitar abad ke-18. Mereka mendatangkan orang-orang China sebagai pekerja. Para pekerja ini lantas mendirikan tempat beribadah di dekat Pantai Burong Mandi.

Geosite Open Pit Nam Salu

Ini juga adalah kawasan bekas pertambangan timah. Lubang bekas penambangan ini meninggalkan semacam kawah dengan air biru hijau nan cantik. Ada pula terowongan sepanjang kurang lebih 700 meter. Beragam aktivitas minat khusus bisa dilakukan di sini, antara lain panjat tebing, susur gua (caving), dan kayaking.

Replika SD Laskar Pelangi

Kamu yang pernah menonton film Laskar Pelangi pasti ingat sekolah tempat para tokohnya belajar, SD Muhammadiyah. Kondisi sekolah itu digambarkan memprihatinkan, dengan bangunan yang sudah agak miring. Replika SD Laskar Pelangi itu dibangun di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Kamu bisa mampir ke lokasi syuting ini, melihat-lihat interior kelasnya, juga mengabadikan momen tersebut di kameramu.

Rumah Keong

Di seberang replika SD Muhammadiyah Gantung, kamu bisa mendapati Rumah Keong atau Dermaga Kirana. Dermaga ini dibangun di atas kolam bekas tambang timah. Bangunan-bangunan kecil berbentuk cangkang seperti keong berdiri cantik di atasnya. Materialnya menggunakan rotan sehingga tampak padu dengan sekitar. Kamu bisa menikmati tempat ini dengan sekadar duduk-duduk dan mengudap camilan atau berkeliling danau menggunakan perahu.

Museum Kata Andrea Hirata

Masih terkait dengan kisah Laskar Pelangi, penulis cerita ini, Andrea Hirata, menjadikan rumah masa kecilnya di Kecamatan Gantung sebagai Museum Kata. Di sini kita bisa mendapati semacam catatan perjalanan kesusastraan penulis ini.

Arsip cerpen, buku-buku, maupun cuplikan novel yang diterbitkan dalam berbagai bahasa. Beberapa ruangan di museum ini dinamai dengan asma tokoh-tokoh utama dalam kisah Laskar Pelangi. Ruang Ikal, Lintang, dan Mahar.

Tak ketinggalan, kopi sebagai budaya Belitung Timur pun mendapat ruang di museum ini. Area dapur diubah menjadi warung kopi, dengan papan bertuliskan Warkop Kopi Kuli. Di sini, pengunjung juga bisa memesan kopi.

 

 

 

Tertarik Mengikuti Perkembangan Lokal Terkini?

Dengan mengklik “Ikuti Sekarang”, Anda telah menyetujui untuk memberikan alamat email pribadi dan mendapatkan email dari Kompaspedia setiap minggunya.

close