Mancanegara

Batu Caves, Pesona Kuil dalam Gua di Malaysia

Batu Caves menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi ketika bertandang ke Malaysia. Di sini, terdapat kuil Hindu yang terletak di dalam gua serta arca Dewa Murugga, arca dewa Hindu tertinggi di Malaysia sekaligus tertinggi kedua di dunia. Batu Caves merupakan bukit kapur yang memiliki beberapa gua dan kuil Hindu. Tempat yang bebas retribusi ini »

Foto: Shutterstock.

Batu Caves menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi ketika bertandang ke Malaysia. Di sini, terdapat kuil Hindu yang terletak di dalam gua serta arca Dewa Murugga, arca dewa Hindu tertinggi di Malaysia sekaligus tertinggi kedua di dunia.

Batu Caves merupakan bukit kapur yang memiliki beberapa gua dan kuil Hindu. Tempat yang bebas retribusi ini menampakkan pesona alam, budaya, sekaligus religi. Begitu sampai di Batu Caves, kepak sayap burung-burung dara yang beterbangan di seputar kompleks gua memberi ucapan selamat datang.

Untuk memanggil burung-burung itu mendekat, kamu bisa memberi mereka makan biji-bijian. Namun, pesona burung dara tak akan menahanmu lama-lama. Masih ada banyak tempat untuk berjelajah, memanjakan mata, dan menyesap kekayaan budaya.

Perhatian kita juga akan langsung tertuju pada Arca Dewa Murugga. Arca keemasan setinggi 42,7 meter yang kokoh berdiri di pelataran Batu Caves itu tampak begitu megah. Arca Dewa Murugga tak hanya secara kasat mata mengagumkan. Proses pembangunannya juga akan membuat kita berdecak.

Patung yang diselesaikan pada 2006 ini memakan biaya 2,5 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp 9,25 miliar). Dibutuhkan 250 ton baja, 1.550 meter kubik beton, dan 300 liter cat emas untuk merampungkannya. Sebanyak 15 pematung dari India terlibat dalam pembuatan patung ini. Kini, kemegahannya menjadikan patung ini ikon Batu Caves.

Menyusuri gua, mencecap budaya

Di dalam gua di atas sana, ada kuil utama, Cathedral Cave atau Temple Cave. Bagi sebagian orang, jumlah anak tangga yang sebanyak 272 menjadi tantangan tersendiri. Namun, mendakinya sebenarnya tidak terlalu melelahkan, apalagi di sepanjang tangga kita mendapat hiburan dari monyet-monyet yang berloncatan ke sana kemari.

Sesampainya di deretan anak tangga terakhir, mulut gua yang tinggi dan lebar menyambut para pengunjung. Langit-langitnya berjarak sekitar 100 meter dari dasar gua. Ruang-ruang gua disinari cahaya matahari yang menyusup lewat beberapa lubang pada langit-langit. Karena itu jugalah gua ini disebut Gua Terang. Di ujung gua, saat melongok ke atas kita bisa melihat biru langit dan hijau rimbun pepohonan. Di bagian akhir gua itulah terletak Sri Valli Devanai Murugan Temple, kuil utama Batu Caves.

Beberapa meter di bawah Gua Terang, terdapat pula Dark Cave. Gua Gelap. Sesuai namanya, di gua ini tidak ada cahaya yang menyusup lewat dinding atau langit-langit gua. Di sini juga tidak terdapat kuil. Daya pikatnya ada pada susunan stalaktit dan stalagmit yang rapat seperti tirai serta keasrian gua yang menjadikannya habitat alami bagi beragam organisme. Yang paling banyak ditemui misalnya kelelawar.

Kamu juga bisa mengunjungi Cave Villa, semacam gua galeri yang memamerkan patung-patung dan lukisan Hindu. Karya-karya seni ini menggambarkan kisah Dewa Murugga sejak lahir, menikah, dan menang melawan iblis Soorapadam. Mural-mural juga dapat ditemukan di dinding-dinding gua. Pada sisi kiri Batu Caves, kita bisa menjumpai Ramayana Cave. Di sini kita bisa melihat patung Hanoman, dewa kera, setinggi kira-kira 15 meter.

Suasana Hindu yang kental bukan hanya tampak pada artefak Batu Caves. Lebih daripada itu, tempat ini merupakan pusat kegiatan umat Hindu. Setiap hari, para penganut Hindu yang sebagian besar keturunan India datang ke sini dengan pakaian khas India, berdoa dan memberi persembahan di kuil.

Batu Caves mencapai puncak keramaiannya saat perayaan Thaipusam, biasanya sekitar Januari atau Februari. Ini adalah peringatan Dewa Murugga diberi tombak Vel oleh Dewi Parwati sehingga dia bisa mengalahkan Soorapadam. Rasanya itu waktu yang baik untuk mengagendakan liburan ke negeri jiran ini. [NOV]

Tertarik Mengikuti Perkembangan Mancanegara Terkini?

Dengan mengklik “Ikuti Sekarang”, Anda telah menyetujui untuk memberikan alamat email pribadi dan mendapatkan email dari Kompaspedia setiap minggunya.

close