Home Rencanakan LiburanmuRestoran Kelugasan Rasa yang Memikat dari T’ang Court

Kelugasan Rasa yang Memikat dari T’ang Court

oleh Fellycia Novka Kuaranita

Sejak awal, restoran ini sudah membuat banyak orang penasaran. T’ang Court, di tempat asalnya di Hong Kong, menyandang tiga bintang Michelin, apresiasi tertinggi di dunia kuliner. Artinya, “restoran dengan masakan luar biasa, layak disambangi meski harus menempuh perjalanan khusus”.

Siang itu rasa ingin tahu akan segera tuntas. Elevator berkecepatan tinggi membawa kami ke lantai 61 hotel The Langham, Jakarta. Di ketinggian ini, T’ang Court menyambut para tamu dengan kombinasi suasana klasik, elegan, sekaligus juga kontemporer, selaras dengan semangatnya merefleksikan keindahan tak lekang waktu dari masa Dinasti Tang.

Alexander Poindl, General Manager The Langham, Jakarta

“Kami menceritakan banyak kisah dengan spirit masa keemasan China pada periode Dinasti Tang lewat interior dan peralatan makan yang kami gunakan, yang didesain spesial oleh Andi Iskandar untuk restoran ini,” ujar Alexander Poindl, General Manager The Langham, Jakarta.

Porselen piring, vas, dan keramik berbentuk kuda Dinasti Tang ditata di lemari-lemari setinggi langit-langit. Di area resepsionis, laci-laci kayu dengan handel bulat, seperti yang kita temui pada toko-toko China lawas, menguatkan kesan klasik restoran ini. Warna biru dan emas mendominasi interior serta ragam pajangan.

“Kobalt, elemen yang menghasilkan nuansa biru yang kaya, diperkenalkan pada keramik-keramik China. Ini alasannya, restoran ini banyak menggunakan warna biru. Sementara itu, warna emas menyimbolkan elegansi kekaisaran,” terang Alexander.

Restoran yang baru dibuka akhir Oktober 2022 ini terdiri atas dua area, sayap barat dan sayap timur. Di antara dua area ini terdapat ruang transisi dengan mural bergaya China klasik sepanjang kira-kira enam meter yang menggambarkan pertemuan dunia Timur dan Barat.

Di sayap timur, selain area bersantap umum, terdapat pula ruang-ruang makan privat. Koridor The All Seasons of Peace & Fortune menghubungkan para tamu dengan enam ruang makan privat dengan nama bunga, yang masing-masing merepresentasikan empat musim dan berkat-berkat baik dalam tradisi China.

Kami berada di ruang Plum Blossom, bunga yang menyimbolkan musim dingin. “Di belakang saya ini ada lukisan bunga plum dengan kaligrafi berbunyi shou, artinya umur panjang,” Alexander menjelaskan.

 

Cita rasa asli

Executive Chef Chong Kooi Sam

Dengan segala detail desain dan kisah di balik setiap perancangan elemennya, restoran ini bahkan sudah mengesankan sebelum cita rasa makanan dicecap, seolah menguatkan penghayatan ketika bersantap.

Siang itu, tersaji beragam masakan Kanton berbahan utama kepiting, lobster, udang, ayam, wagyu, dan bebek. Sebelum hidangan utama disantap, tersedia pula pickled cherry tomato with plum sauce dan eggplant with black vinegar & fragrant onion oil sebagai hidangan pembuka.

Begitu mencicipi kedua sajian pembuka ini, rasanya langsung ingin angkat topi untuk koki. Baik tomat maupun terongnya punya rasa asam, manis, dan umami yang seimbang. Perpaduan rasa yang sangat pas sebagai penggugah selera.

Rasa segar dan asam itu berasal dari cuka putih untuk tomat dan cuka hitam untuk terong. Manis pada tomat bersumber dari gula dan sari buah prem (plum). Sementara pada terong, harum yang luar biasa berasal dari minyak jagung aromatik yang dicampur dengan daun bawang.

Ragam menu lain juga menawarkan penjelajahan rasa yang menarik. Steamed fresh crab claw on egg custard with caviar adalah juga andalan T’ang Court. “Kami memadukan kepiting segar dengan custard telur yang dimasak dengan kaldu udang,” terang Chong Kooi Sam.

Hidangan ini nyata-nyata menonjolkan rasa asli kepiting yang segar, tanpa ditutupi dengan banyak bumbu. Karakter yang begitu khas pada hidangan Kanton. Hal yang hanya mungkin dengan pemilihan bahan yang saksama. Seperti dinyatakan berkali-kali pula oleh Chong Kooi Sam, kesegaran bahan yang berkualitas tinggi tak pernah dikompromikan.

Impresi yang sama melekat pada Boston lobster wok-fried with shallot & onion serta deep-fried king prawns with salted egg & passion fruit dressing. Yang kedua menawarkan eksplorasi yang berani. Gurih telur asin menyatu dengan sari markisa, menghasilkan aroma dan rasa khas yang nikmat.

Olahan kepiting lain yang menjadi favorit adalah deep-fried stuffed crab shell. Daging kepiting dicampur dengan susu, krim, dan bawang, lalu dimasukkan lagi ke cangkangnya dan digoreng dengan lapisan tepung yang renyah. Gurih dan creamy.

Penggemar daging tak boleh melewatkan pan-fried m4 wagyu beef cubes with black pepper sauce. Tekstur dagingnya yang begitu empuk sekaligus bersari. Pugasan edible golden leaf yang lumer di mulut dengan rasa gurih yang halus menegaskan kemewahan hidangan ini.

Mencicipi sejumlah hidangan T’ang Court, kesan yang membekas adalah kreativitas dalam menciptakan resep serta cita rasa makanan yang dengan jujur menonjolkan rasa aslinya. Lugas. Dan, itulah yang membuat penikmatnya terpikat.

Santap siang itu ditutup dengan teh krisan panas beraroma lembut. Rasa makanan yang dicecap memang sudah terbilas, tetapi ingatan akannya tetap terkenang.

 

Renyah Harum Bebek Peking

Bebek peking adalah satu menu unggulan T’ang Court. Aroma manis rempah langsung terhidu dari kepulan asap bebek utuh yang kulitnya tampak begitu garing dan mengilap. Bagaimana bebek ini dikuliti dan diiris di depan para tamu menjadi atraksi tersendiri yang menarik.

Sayatan pertama-tama dibuat dari bagian sekitar dada dan perut bebek, samping kanan dan kiri, lalu leher. Bunyi renyah terdengar setiap pisau itu mengiris kulit bebek. Dari kulit bagian bawah badan bebek itu, diambil enam potong kulit yang tidak disertai daging, lalu enam potongan kulit dengan lapisan pipih daging.

Enam potongan kulit pertama ini adalah bagian premium, dengan ketebalan pas dan lapisan lemak yang menjanjikan umami. Kulit bagian punggung tentu tetap enak, tetapi lebih tipis. Di T’ang Court, kulit garing ini disantap dengan cocolan gula palem.

“Biasanya orang China pakai gula putih saja,” cerita Chong Kooi Sam. Untuk kulit bebek dengan tekstur garing dan rasa rempah yang kompleks, gula palem jadi modifikasi yang cerdas karena tidak terlalu manis dan punya sedikit jejak gurih.

Sementara itu, kulit yang disertai lapisan daging disajikan sebagai kudapan dengan dibungkus momo skin, semacam panekuk tipis. Bebek dimasukkan ke momo skin bersama dengan mentimun dan saus hoisin, lalu dilipat. Kita bisa menyantapnya dengan cocolan saus wijen. Penganan ini menawarkan tekstur yang kaya: garing kulit bebek, empuk daging yang bersari, renyah mentimun, dan lembut kulit panekuk. Sungguh memanjakan pencecap.

 

THE LANGHAM, JAKARTA

Sudirman Central Business District 8 Lot 28, RT 005/RW003, Senayan, Kebayoran Baru, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Telepon: (021) 27087888

Situs web: https://www.langhamhotels.com/en/the-langham/jakarta

Instagram: @langham_jakarta

 

Artikel yang mungkin kamu suka