Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan Muslim Indonesia ke Jepang dan Korea, membuat dua negara ini terus membenahi kesiapan wisata halal. Jepang dan Korea semakin “moslem friendly”.

Secara umum wisata halal dapat diartikan sebagai kegiatan wisata yang dikhususkan untuk memfasilitasi kebutuhan turis Muslim. Baik di sisi cara mengadakan perjalanan, mudah mendapatkan akses untuk beribadah, tujuan wisata, akomodasi, maupun makanan.

Istilah wisata halal baru mulai dikenal sejak 2015 ketika sebuah event bernama World Halal Tourism Summit (WHTS) digelar di Abu Dhabi, UAE. Dalam event ini, WHTS berusaha menyadarkan bahwa pangsa pasar dari wisata halal amatlah besar dan perlu untuk terus dikembangkan.

WHTS memprediksi pada 2019 nanti tidak kurang dari 238 miliar dollar AS berputar di dunia wisata halal (di luar haji dan umrah). Ini artinya pertumbuhan dunia wisata halal melejit hampir mendekati 90 persen lebih cepat dibanding wisata umum dari tahun ke tahun. Lebih hebatnya, jumlah itu terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Jepang

Jepang bersungguh-sungguh dalam menghadirkan berbagai fasilitas yang terkait wisatawan Muslim. Dengan ini Jepang pun dianggap sebagai negara yang telah Moslem friendly. Negeri Sakura ini memiliki lebih dari 60 masjid yang tersebar di seluruh penjuru Jepang. Banyaknya restoran halal yang dibuka juga menjadikan Jepang sebagai salah satu tujuan berlibur bagi kaum Muslim.

Pencarian berbagai macam informasi yang dilakukan wisatawan Muslim terkait restoran halal atau makanan halal di Jepang, tempat beribadah (masjid dan mushala), sampai dengan halal corner yang menjual berbagai macam suvenir halal semakin dimudahkan dengan salah satunya kehadiran situs web Muslimguide.jnto.go.jp/id/.

Ada juga www. jalan2kejepang.com/informasi-muslim/info-muslim-di-jepang yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi wisata halal di Jepang.

Untuk destinasi wisata, terdapat lima kota di Jepang yang popular dikunjungi wisatawan Muslim, khususnya dari Indonesia, yaitu Tokyo, Osaka, Kobe, Kyoto, dan Chiba. Di lima kota ini, benar-benar tak usah dikhawatirkan lagi soal tempat beribadah dan kulinernya. Mudah ditemukan dan tentunya mudah diakses.

Korea

Korea pun tak jauh berbeda dari Jepang terkait wisata halal. Dalam dua tahun ini, berdasarkan Korea Tourism Organization (KTO), Korea membangun infrastruktur terkait kebutuhan beribadah umat Muslim. Saat ini, fasilitas tempat ibadah Muslim sudah bisa ditemukan di tempat-tempat umum kota-kota besar, seperti di Seoul, Gwangju, Jeju, dan Incheon.

Sementara itu, pelayanan ramah Muslim lain ialah sertifikasi restoran halal hingga Moslem friendly di berbagai kota. Dalam kurun waktu dua tahun sudah ada 123 restoran yang tersertifikasi di Korea. Beberapa kota yang banyak terdapat resto halal, yaitu Seoul, Incheon, Gyeongsang do, Busan, Daegu, Jeju, Gangwon, dan Jeola.

Foto: dokumen Shutterstock.com

KTO juga menggelar acara bertajuk Halal Restaurant Week yang berlangsung dari 16 Agustus 2018 hingga 14 Oktober 2018. Acara ini dirancang untuk memberikan potongan harga dan beragam keuntungan lainnya bagi wisatawan Muslim, ketika mereka mengunjungi sejumlah restoran halal di Korea Selatan.

Dapatkan pula promo berupa kupon yang bisa digunakan untuk menikmati sajian makanan halal di restoran yang dipilih. Untuk mendapatkan kuponnya dapat mengunjungi langsung di situs web Hrwkorea.or.kr. Informasi lainnya tentang wisata halal di Korea juga dapat mengakses Visitkorea.or.id.

Namun, jika ingin mendapatkan informasi yang lebih detail dan segala paket wisata halal di Jepang dan Korea, Anda dapat datang ke KTF 2018 yang kembali hadir di JCC, Jakarta. Temukan banyak biro perjalanan dan maskapai penerbangan yang mempersembahkan beragam promo dan kesempatan wisata menarik lainnya yang hanya dapat ditemukan di salah satu pameran teramai di Indonesia ini. [*/ACH]

Leave a Response