Perilaku masyarakat dalam berwisata berubah dan memperlihatkan sesuatu yang lebih unik dan berani. Hal ini tak dapat dimungkiri karena kehadiran internet dan fitur-fitur pelengkapnya seperti situs web wisata dan sosial media. Kita sedang berada di era digital, begitu sebutannya.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu mengatakan, di era digital ini terjadi banyak pergeseran di masyarakat, mulai dari pola konsumsi hingga gengsi yang sudah bukan berwujud barang. Konsumsi masyarakat saat ini beralih jadi konsumsi pengalaman. Status gengsi seseorang pun bukan lagi persoalan memiliki barang mewah, tapi pengalaman dan petualangan apa saja yang pernah dia jalani.

Dengan unsur ini, banyak orang yang tak segan untuk mengeluarkan dana lebih ketika ingin mewujudkan wisata impian mereka. Di sisi lain, keberadaan generasi milenial dalam mendongkrak industri pariwisata juga tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tidak hanya berlibur, tapi juga berani membuat destinasi wisata baru. Saat ini, segmen leisure terus tumbuh seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadikan liburan sebagai kebutuhan.

Kemudahan Berwisata

Dengan semakin mudahnya orang berbagi informasi, penting bagi para pelaku usaha pariwisata dalam mengembangkan kinerja yang lebih baik. Tak hanya dari sisi pelaku usaha pariwisata, wisatawan pun sebaiknya juga menjadi smart traveller. Hal ini dapat bermula dengan “pandai-pandai”-nya dalam mengatur perjalanan wisata yang diinginkan. Misalnya, jika Anda bermaksud melakukan wisata keluarga atau menginginkan bepergian ke destinasi wisata yang agak susah aksesnya jika diatur sendiri, ada baiknya menggunakan biro perjalanan.

Hal tersebut mengingat biro perjalanan biasanya menyediakan paket tur all-in (sudah termasuk tiket pesawat dan akomodasi) untuk rombongan, harganya kerap lebih murah dibanding jalan sendiri. Jika berniat berangkat dalam grup, misalnya keluarga besar, maka biro perjalanan dapat membantu mendapatkan harga terbaik.

Sementara itu, dari segi akses perjalanan, biro perjalanan dapat membantu dalam pengurusan visa kunjungan ke negara-negara tertentu. Apalagi pengurusan visa dan perjalanan ke negara-negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, sudah tentu lebih baik dilakukan melalui biro perjalanan.

Salah satu cara untuk mempermudah kebutuhan berwisata bersama biro perjalanan dapat ditemukan dalam pameran. Pasalnya, calon wisatawan dapat berinteraksi atau berkonsultasi langsung dengan biro perjalanan yang dipilih.

Selain itu, berbagai macam promo seperti tiket murah dan cashback biasanya ditawarkan saat pameran wisata berlangsung. Bukan hanya dari biro perjalanan, pelaku usaha pariwisata lainnya, seperti maskapai penerbangan, kapal pesiar, hotel, dan penyedia perlengkapan wisata (koper atau kacamata) biasanya memberikan promo yang menarik.

KTF kembali hadir

Oleh karena itulah, Kompas Travel Fair (KTF) kembali hadir tahun ini. Memasuki tahun ke-7, KTF kembali bekerja sama dengan PT Bank CIMB Niaga. Sama seperti sebelumnya, tahun ini juga tetap akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 7–9 September. Tahun ini, KTF terselenggara serentak di empat kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan.

KTF 2018 akan berlangsung mulai pukul 10.00 pagi hingga 11.00 malam. Tiket masuk dapat dibeli secara on the spot seharga Rp 25.000. Tiket masuk ini juga dapat dibeli melalui gerai.kompas.id (khusus KTF Jakarta).

“Kompas Travel Fair merupakan wujud dari dukungan Harian Kompas terhadap industri pariwisata Indonesia dan mancanegara. Melalui acara ini, kami ingin menjadi penghubung masyarakat dan industri pariwisata. Acara yang sudah berjalan sejak 2012 ini menjadi spesial karena tahun ini diselenggarakan juga di Surabaya, Medan, dan Makassar sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Direktur Bisnis Harian Kompas Lukas Widjaja.

Tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berlibur dan merencakanan destinasi wisata dan akomodasinya sejak jauh-jauh hari, sudah seharusnya difasilitasi dengan gelaran seperti KTF 2018 ini. CIMB Niaga pun turut mendukung penyelenggaraan KTF selama lima tahun berturut-turut sebagai bank partner.

Di KTF kali ini, beragam promo menarik persembahan CIMB Niaga menjadi daya tarik yang kuat untuk meningkatkan minat wisata masyarakat.

Promo tersebut terdiri dari cashback hingga Rp 2 juta, cicilan 0 persen hingga 24 bulan, hemat hingga 50 persen dengan Poin Xtra, cashback Rp 1 juta khusus transaksi Haji dan Umroh dengan kartu kredit syariah, gratis koper khusus transaksi dengan kartu kredit premium (JCB Ultimate, World Mastercard, Visa Infinite, Preferred Visa Infinite), dan gratis vocer belanja hingga
Rp 300 ribu untuk transaksi nontiket.

Selain beragam promo wisata yang menggiurkan, KTF di Jakarta mempermudah akses masyarakat untuk mengunjungi salah satu pameran wisata terbesar di Indonesia ini, yaitu dengan menghadirkan fasilitas shuttle bus dari Lippo Mal Puri dan Grand Indonesia. [*/ACH]

Artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 6 September 2018.

Leave a Response