Travel More, Explore More

[Yogyakarta] Area Bermain Anak-anak

Antusiasme warga Jogja dalam perhelatan Kompas Travel Fair cukup tinggi. Bahkan, sebelum pembukaan acara saja, banyak warga yang sudah memadati area pameran yang berada di Hartono Mall Yogyakarta. Para pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan seperti pebisnis, anak kuliah, bahkan orangtua.

Tak sedikit orangtua yang membawa anaknya datang untuk melihat pameran yang ada. Oleh sebab itu panitia Kompas Travel Fair menyediakan area bermain untuk anak-anak. Dengan tersedianya area bermain untuk anak tersebut, para orangtua tidak perlu merasa khawatir anaknya akan ikut berhimpitan dalam keramaian, selain itu anak-anak juga tidak akan merasa bosan karena mereka bisa bermain dan berinteraksi dengan anak-anak yang lain di area tersebut.

Langkah ini dilakukan guna menghindari terpisahnya anak-anak dari orangtuanya ditengah keramaian dan dengan adanya area tersebut orangtua dapat lebih leluasa menikmati waktunya untuk melihat-lihat berbagai promo dan paket wisata yang tersedia di area Kompas Travel Fair tanpa rasa was-was yang menghantui. [AD/ACA]

World Cup Park, Taman dari Tumpukan Sampah

Tak ada salahnya mengunjungi tempat yang sering didatangi oleh masyarakat lokal ketika berkunjung ke negara lain. Di sinilah, kita dapat lebih mengenal masyarakat tersebut dari cara mereka berkegiatan dan bersosialisasi. Tentu mengunjungi lokasi terkenal merupakan nilai plus, namun saya tidak menutup kemungkinan untuk pergi ke tempat-tempat yang malah belum terjamah oleh para wisatawan.

Di Korea Selatan, negara yang saya kunjungi ini, memiliki banyak tempat wisata buatan yang dikelola dan didesain sedemikian rupa hingga menarik dan mendatangkan banyak pengunjung. Di antaranya, ada area yang direnovasi agar dapat digunakan sebagai tempat bersantai masyarakat lokal. Salah satu tempat buatan yang ingin saya kenalkan adalah taman yang berada di Seoul, Korea Selatan. Inilah World Cup Park, sebuah area terbuka yang dibangun atas dasar kepedulian akan lingkungan.

World Cup Park memiliki lima taman yaitu Pyounghwa (kedamaian), Haneul (langit), Noeul (matahari terbenam), Nanjicheon, dan Nanji Hangang Park, serta sebuah stadion olahraga yang bernama World Cup Stadium. Secara kasat mata, kelima taman ini memiliki perbedaan dengan taman biasa yakni dari segi ketinggian layaknya sebuah bukit. Ternyata bukan sembarang bukit, taman ini dibentuk dari tumpukan sampah yang menggunung kemudian ditutup menjadi sebuah taman. Hal inilah yang kemudian membuat saya dan beberapa rekan memutuskan untuk mengikuti kegiatan eco-activity yang diselenggarakan oleh Museum World Cup Park, untuk menjawab rasa ingin tahu kami terhadap taman ini.

 

Area World Cup Park dulunya hanya tempat pembuangan sampah yang menumpuk dan menyebabkan polusi pada tanah dan air, sehingga mendapat julukan Island of Death. Kemudian tercetuslah sebuah rencana untuk perubahan. Pemerintah kota Seoul menyulap tempat ini sebagai ruang terbuka, dengan lima buah taman besar yang didirikan di atas tumpukan sampah. Saat projek perubahan ini berlangsung, ternyata Korea Selatan didaulat menjadi tuan rumah dalam FIFA World Cup pada tahun 2002. Dengan adanya tanggungjawab sebagai tuan rumah, maka progres pembuatan taman masyarakat ini dipercepat dan selesai lebih awal dari waktu yang diperkirakan. Untuk pertama kalinya, World Cup Park dibuka untuk umum pada Mei 2002.

Taman ini bukan hadir dengan sendirinya karena berasal dari alam. Ada usaha dan peluh masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan. Sejarah tentang asal mula penumpukan sampah hingga terbentuknya lima taman besar di atasnya, tertuang dalam Museum World Cup Park. Di sinilah saya dan teman-teman mendengarkan penjelasan tentang sejarahnya dan ikut serta dalam eco-activity yaitu menghias sebuah kaos bertemakan World Cup Park. Hiasannya sungguh mudah, kami hanya diminta untuk menuliskan tulisan dalam bahasa Korea yang berarti Noeul Park.

 

Sambil menunggu hasil karya kering, kini giliran saya dan teman-teman melihat sendiri bagaimana karya perubahan ini. Karena keterbatasan waktu, kami hanya mengunjungi satu taman yaitu Haneul Park. Bukit menjulang menanti kami di jembatan, tak terkira berapa banyak sampah yang tersimpan di bawahnya.

 

Haneul Park yang kami kunjungi, banyak didatangi oleh pasangan serta keluarga yang menghabiskan akhir pekannya untuk bersantai piknik ataupun sekedar mencari keringat dengan jogging. Tangga yang harus dilewati, serta cukup luasnya taman ini memang sangat baik untuk sarana berolahraga mudah dan murah. Sesungguhnya pemandangan yang ditawarkan tidaklah banyak karena kebanyakan adalah rumput ilalang. Sederhana memang, namun taman ini dapat memberikan banyak hal, bukan hanya kesehatan tapi juga pemahaman akan lingkungan dari sejarah yang melekat pada taman ini.

Turun dari taman, ada area terbuka lain di World Cup Park yaitu area air mancur. Tempat ini juga bisa digunakan untuk bersantai meregangkan otot kaki yang capai menaiki bukit. Selain itu, di dekat World Cup Stadium juga terdapat peminjaman sepeda bagi siapapun yang ingin menggunakannya.

 

Sebagian besar yang terekam oleh mata di Noeul Park memang hanyalah rumput ilalang. Saya memang bukan warga Korea Selatan, tapi saya melihat perubahan dari ‘kematian’ menjadi ‘kehidupan’. Kini tak ada lagi sampah yang membuat masyarakat enggan untuk terlibat. Yang ada kini adalah tangan terbuka masyarakat untuk datang berkumpul dan berbagi waktu. Pula, taman ini mengingatkan kita semua yang datang agar selalu peduli kepada lingkungan.

Tulisan ini juga dipubliskan di blog pribadi : http://www.emmasabatini.com/2017/04/world-cup-park-taman-dari-tumpukan

Oleh : Emmanuela Sabatini

Silakan login/daftar akun kompas.id untuk dapat melakukan voting

[Yogyakarta] Paket Liburan Asia dan Eropa Banyak Dilirik

Hari pertama Kompas Travel Fair (KTF) 2017 di Hartono Mall, Yogyakarta, Jumat (1/9), langsung menunjukkan antusiasme warga Yogya yang hendak mendapat penawaran terbaik untuk liburan.

Salah satu staf ATS Vacations Tifa Fitria mengungkapkan, pada hari pertama ini, sejumlah paket wisata mancanegara telah terjual. Contohnya paket liburan ke Hongkong dan Eropa. ATS Vacations, kata Tifa, menawarkan paket liburan spesial dengan harga all-in (termasuk tiket pesawat PP, hotel, destinasi wisata) ke seluruh dunia, semisal paket ke Eropa, Amerika, Australia, dan Asia.

Hingga malam ini, paket liburan ke Asia dan Eropa banyak dilirik pengunjung pameran. Agen-agen perjalanan yang mengikuti KTF 2017 optimistis bahwa hari kedua esok akan lebih banyak paket liburan yang akan terjual. (TYS)

[Jakarta] Koper Cantik, Harga Menarik

Animo pengunjung yang tinggi pada Jumat (1/9), tidak hanya terlihat dari antrean yang mengular di pintu masuk. Belum 2 jam KTF 2017 dibuka, berbagai transaksi telah berlangsung.

Koper Passport 24″ dari Ace Hardware yang dipasarkan seharga Rp 315.000 bahkan dengan cepat kehabisan stok. Sementara paket promo “buy 1 get 1″ masih terus digelar hingga hari terakhir pameran. Promo ini berlaku untuk koper ukuran 20″ dan 24” dan bisa mengkombinasikan warna sesuai pilihan. Tersedia pilihan koper abu-abu, merah dan biru untuk tipe hardcase dan biru, merah, hitam untuk tipe softcase. Masih banyak pilihan merek dan tipe koper yang bisa ditemui di KTF 2017. Di antaranya pilihan koper berkualitas dari Samsonite, Bag’s City, dan Condotti.

Berlibur nyaman memang tak lepas dari perangkat liburan yang tepat. Selain berburu tiket murah dan menenggak untung berbagai promo paket perjalanan menuju destinasi impian, selama 3 hari Anda bisa menemukan berbagai paket promosi pembelian koper yang menarik di sini. Temukan yang paling tepat sebagai teman berlibur Anda. [ADT]

[Jakarta] Lomba Mewarnai Anak Meriahkan KTF 2017

Arena Kids Corner di ajang Kompas Travel Fair 2017 menjadi tempat berlabuh bagi para pengunjung yang datang membawa buah hati. Di sini, anak-anak dapat bermain dan berlarian bebas. Tak hanya itu, selama 2 hari pameran, juga digelar lomba mewarnai untuk anak-anak kategori TK dan SD (usia 5-9 tahun).

Untuk kategori TK, anak-anak mewarnai gambar Gunung Fuji, Jepang, dan kategori SD mewarnai kincir angin yang menjadi ikon negeri Belanda. Tersedia 6 hadiah untuk masing-masing kategori dengan total hadiah uang tunai Rp 4,8 juta dan voucer Gramedia Rp 4,8 juta.

Pada Jumat (1/9), lomba mewarnai anak diikuti 150 peserta untuk kedua kategori. Angka ini melebihi jumlah yang ditargetkan panitia, yakni 100 orang. Masih ada kesempatan membawa serta buah hati Anda untuk memeriahkan ajang KTF 2017 dan mendapat kesempatan keluar sebagai pemenang pada Sabtu (2/9), di Jakarta Convention Center. [ADT]

[Jakarta] Kejar Promosinya, Nikmati Liburannya

Kompas Travel Fair 2017 hadir untuk menjadi pameran wisata yang tidak hanya untuk memberikan promo tiket, tetapi juga segala akomodasi dan menyediakan beragam pilihan bagi Anda yang mencari tujuan wisata. Kembali bekerja sama dengan CIMB Niaga, KTF 2017 menyediakan promo cashback hingga Rp 3 juta untuk pembelanjaan tiket pesawat menggunakan kartu kredit maupun kartu debit. Menarik bukan?

General Manager Bisnis Kompas Dorothea Devi menjelaskan, tidak hanya tiket saja, tetapi juga ada promo menarik dari Condotti dengan menggunakan CIMB Niaga. Anda bisa mendapatkan kesempatan memiliki koper Condotti berharga Rp 3,5 juta menjadi hanya Rp 315 ribu.

Head of Lending Business Group CIMB Niaga Sri Dewi Mulyati menambahkan, pemegang kartu kredit dan kartu debit CIMB Niaga juga disediakan promo hemat bahkan hingga 100 persen apabila nasabah menggunakan Poin Xtra CIMB Niaga. Nasabah juga disediakan program cicilan nol persen hingga tenor 24 bulan khusus pengguna kartu kredit. Lainnya, pengguna kartu kredit juga bisa mendapatkan cashback sampai Rp 3 juta untuk pembelian ponsel pintar Samsung Galaxy S8 atau S8 Plus.

“Cashback ini memang membutuhkan usaha dan harus antri di depan. Tapi, ini terkait dengan azas keadilan. Jangan sampai setelah mereka masuk, ternyata promo ini sudah habis. Kami juga menyediakan premium lounge bagi nasabah prioritas kami,” ujarnya. [VTO]

[Jakarta] Kompas Travel Fair 2017 Resmi Dibuka

Gelaran Kompas Travel Fair (KTF) 2017 resmi dibuka. Kali ini, KTF lebih semarak dengan hadir serentak tiga kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Di Jakarta, KTF 2017 diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta. Sedangkan, KTF di Surabaya hadir di Ciputra World Surabaya dan Yogyakarta di Hartono Mall.

“KTF merupakan wujud dari komitmen Harian Kompas untuk mendukung industri pariwisata Indonesia. Kami berharap, KTF bisa menjadi penghubung antara konsumen dengan ekshibitor untuk mencari solusi terbaik dalam hal mencari liburan. Melalui KTF ini, kami juga ingin mengingatkan, destinasi wisata di Indonesia itu masih banyak sekali,” ujar Direktur Bisnis Kompas Lukas Widjaja.

Survei litbang Kompas mengungkapkan, 44 persen orang memanfaatkan waktu libur panjang dengan berlibur. Sementara itu, 52 persen pelancong sudah merencanakan liburan sejak jauh hari. Survei ini juga menyebutkan, 79,9 persen orang menyatakan suatu hari nanti bisa berlibur ke luar negeri.

CIMB Niaga kembali menjadi sponsor utama perhelatan travel fair untuk ke-4 kalinya. Semantara itu, KTF ini sudah menginjak tahun ke-6 penyelenggaraan. Head of Retail Product CIMB Niaga Budiman Tanjung mengatakan, perhelatan KTF ini menjadi salah satu main driver pertumbuhan kartu kredit CIMB Niaga. “Kami berharap, kerja sama ini bisa berlangsung di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Asisten Deputi Gubernur DKI jakarta Bidang Pariwisata Eldi Andi berharap, event ini bisa menyediakan informasi lengkap tentang perjalanan wisata, bukan hanya promosi lewat diskon harga saja, tetapi juga meningkatkan kedatangan jumlah wisatawan asing ke dalam negeri nantinya. [VTO]

[Jakarta] Liburan ke Raja Ampat Hanya Rp 3 Jutaan, Mau?

Raja Ampat menjadi destinasi wisata impian banyak orang. Namun, imej biaya mahal kerap jadi kendala. Untuk menyiasatinya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan mengikuti tur yang menawarkan paket murah.

Hal ini salah satunya bisa ditemui di pameran wisata KTF 2017, JCC Senayan, Jakarta (1-3 September 2017). Ada beragam tawaran paket tur ke Raja Ampat dengan promo menarik.

Salah satunya promo dari booth HamuEco. Mereka menawarkan paket Pianemo Raja Ampat 3 Hari, 2 Malam dari harga normal Rp 3.990.000/orang menjadi Rp 3.490.000/orang.

Paket ini merupakan private trip minimal 6 orang. Adapun rincian turnya adalah hari pertama: Waisai-resort. Hari kedua: Pianemo tour (Manta point-arborek-Pianemo 2 hills-yenbuba jetty-sand bank-friwen). Hari ketiga: melihat burung lalu kembali ke Bandara Waisai.

Harga tersebut sudah termasuk transpor dari Bandara Waisai ke Hamueco, akomodasi, makan 3 kali, air minum, teh, kopi, handuk, akses WiFi gratis, tur speedboat, dan pajak 10 persen.

Namun, harga di luar tiket penerbangan, PIN entrance, peralatan snorkeling, tips, dan pengeluaran pribadi tambahan. [INO]

[Jakarta] Foto Gratis bersama Satwa, Dapat Tiket Gratis Taman Safari

Berani berfoto bersama ular jagung? Atau mau mengabadikan diri bersama burung kakaktua yang lucu? Semua bisa ditemui di pameran wisata KTF 2017, JCC Senayan, Jakarta.

Hal tersebut bisa ditemui di booth Taman Safari Group. Untuk berfoto bersama binatang-binatang tersebut pengunjung tak dikenakan biaya. Malah, pengunjung berkesempatan mendapatkan hadiah-hadiah, seperti tiket ke Taman Safari, vocer wahana, hingga suvenir boneka. Caranya hanya dengan mem-follow akun instagram @royalsafari_bgr. Lalu unggah foto bersama binatang. Pemenang terpilih akan mendapatkan hadiah-hadiah tersebut.

Selain berfoto bersama binatang, pengunjung juga bisa mendapatkan promo khusus. Mulai dari tiket Bali Safari Park dan Marine Park dari Rp 275 ribu menjadi Rp 200 ribu hingga tiket Royal Safari Bogor dari Rp 180 ribu menjadi Rp 150 ribu. [INO]

[Surabaya] Peresmian acara Kompas Travel Fair 2017 di Surabaya

Kompas Travel Fair 2017 di Surabaya dibuka dengan sambutan dari Kepala Biro Harian Kompas Jawa Timur, Agnes Swetta Br. Pandia dan dilanjutkan oleh Irene Sri Redjeki, Regional Consumer Head Bank Danamon Jawa Timur. “Semoga dengan adanya acara Kompas Travel Fair di Surabaya ini membuat masyarakat Surabaya semakin dikenal dalam industri pariwisata khususnya,” kata Agnes Swetta.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh perwakilaan Harian Kompas dan Bank Danamon. Dengan pemotongan pita, acara KTF 2017 di Surabaya yang mengusung tema ‘Travel More, Explore More’ telah resmi dibuka. Suasana semakin hangat dengan alunan musik akustik oleh Band Four Tasty. Selesai melakukan pemotongan pita, perwakilan Kompas dan Bank Danamon berkeliling di booth pameran travel. [AD/ACA]

12